Apakah Lelahmu benar-benar Lillaah?

Apakah Lelahmu benar-benar Lillaah?

TANBIH

┏━━━━ ༺♥༻ ༺♥༻ ━━━━┓

    🅣 🅐 🅝 🅑 🅘 🅗

┗━━━━ ༺♥༻ ༺♥༻ ━━━━┛
𝐇𝐨𝐦𝐞 𝐨𝐟 𝐂𝐡𝐚𝐫𝐚𝐜𝐭𝐞𝐫 𝐄𝐝𝐮𝐜𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧
الأم مدرسة الأولى
𝐀𝐥-𝐔𝐦𝐦𝐮 𝐌𝐚𝐝𝐫𝐚𝐬𝐚𝐭𝐮𝐥 𝐔𝐥𝐚

Apakah Lelahmu benar-benar Lillaah?

Apakah Lelahmu benar-benar Lillaah?

Bunda, apakah lelahmu benar-benar lillaah?

Menjadi seorang ibu tidaklah mudah.
Wahnan alaa wahn. Kepayahan di atas kepayahan, berlapis lapis rasa lelah.
Pekerjaan rumah yang tak pernah benar-benar selesai.
Anak yang selalu mencari dan butuh dibersamai. Serta berbagai to do list yang menanti.

Lalu di tengah semua kelelahan itu, bunda mawas diri lalu merasa emosi.
karena lelahnya bunda merasa tidak dihargai dan diapresiasi.
Suami tak pernah memuji, orang lain tidak pernah apresiasi malah menuntut hasil yang lebih tinggi.

Tapi tahukah bunda, justru di sinilah celah besar masuknya tipu daya setan?

Bukan dengan menyuruhmu tinggalkan shalat. Bukan dengan ajakan dosa besar.

Tapi dengan membuatmu merasa usahamu tak pernah cukup karena belum mencapai standar ekspektasi manusia.


Mari tadaburi ayat berikut…

قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغۡوَيۡتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ
“Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, *dan aku akan menyesatkan mereka semuanya*,”
(Qur’an surah Al-Hijr: 39)

Setan telah menjanjikan akan mampu melakukan tipu daya untuk semua manusia. Namun, ada satu yang tidak sanggup ia sesatkan. Siapakah mereka?

إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ
“kecuali hamba-hamba-Mu yang *ikhlas* di antara mereka.”
(Qur’an surah Al-Hijr: 40)

Perhatikanlah…
Iblis tidak berkata: kecuali yang paling banyak sholatnya,
Iblis tidak berkata kecuali yang paling banyak hafalannya
Iblis tidak berkata kecuali yang paling banyak ilmunya.

Tapi, *kecuali yang ikhlas*.

Ikhlas bagi seorang ibu yang sibuk mengurus rumah dan anak bukan soal tampil sempurna di media sosial.
Bukan soal mendapat pujian dari mertua dan keluarga.
Bukan soal membuktikan metode parentingnya yang paling sempurna.

Ikhlas adalah saat engkau membersihkan rumah dengan hati yang lapang karena berharap wajah Allah yang mencintai keindahan.
Ikhlas adalah tidak emosi ketika anakmu menolak ajakanmu untuk sholat karena tahu bahwa Allah menilai usaha, bukan hasil.
Ikhlas adalah saat engkau tetap membimbing anakmu untuk kesepuluh kalinya dalam hal yang sama, namun tak seorang pun melihat hasilnya. Namun engkau yakin bahwa Allah maha melihat dan kelak semua ikhtiar akan dibalas dengan sempurna.
Ikhals ketika engkau lelah, tapi tidak berhenti. bukan karena kekuatanmu, tapi karena engkau mengharap pahala dari-Nya semata.

Karena Riya tidak selalu datang dengan pakaian megah di atas mimbar.
Riya bisa datang ketika kita sibuk beres-beres rumah hanya karena tamu akan datang.
Riya bisa datang ketika kita mendokumentasikan kegiatan anak dengan niat pamer.
Riya bisa terdeteksi ketika kita merasa malu anak kita tidak menunjukkan kehebatannya di depan keluarga.

Setan tidak takut pada tingginya gelarmu, banyaknya hartamu, banyaknya anakmu, atau paling hebatnya gaya parentingmu.

Ia justru takut pada amalan hati yang tak dapat terlihat, yaitu ikhlas.

Karena keikhlasan adalah benteng yang tidak bisa ditembus setan.
Bukan karena ibadahmu paling banyak dan sempurna. Tapi karena tujuanmu sudah bukan standar dunia yang ditetapkan manusia untuk berbangga, melainkan standar mencapai ridho Allah semata.

Maka, luruskanlah niat dan teruslah ikhlas. Karena ikhlas menjadikan engkau aman dari musuh terbesar manusia.
Hingga rasa lelahmu tak membinasakanmu dan menjadi sia-sia. Karena rasa lelah yang senantiasa lillah, kelak akan menjadi pemberat amal kebaikan dimasa dimana harta, kecantikan, jabatan, dan keluarga tidak bisa menjadi penyelamat.

Maka…
_sudahkah lelahmu menjadi lillaah, bunda_?

Ayun ummu Fa

𝐇𝐂𝐄 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚

𝗛𝗼𝗺𝗲 𝗼𝗳 𝗖𝗵𝗮𝗿𝗮𝗰𝘁𝗲𝗿 𝗘𝗱𝘂𝗰𝗮𝘁𝗶𝗼𝗻

🚹 *SETIAP ANAK HEBAT* 🚺

   𝘙𝘶𝘮𝘢𝘩𝘬𝘶 𝘚𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘛𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬𝘬𝘶

❖ 𝘉𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘉𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢𝘯, 𝘉𝘦𝘳𝘪𝘭𝘮𝘶, 𝘉𝘦𝘳𝘢𝘮𝘢𝘭 ❖

     ༶•┈┈⛧┈♛❀✤❀♛┈⛧┈┈•༶

Bukan Sekedar Manajemen Waktu

Bukan Sekedar Manajemen Waktu

APA KABAR HATI

┏━━━━ ༺♥༻ ༺♥༻ ━━━━┓

    🄰🄿🄰 🄺🄰🄱🄰🅁 🄷🄰🅃🄸

┗━━━━ ༺♥༻ ༺♥༻ ━━━━┛
𝐇𝐨𝐦𝐞 𝐨𝐟 𝐂𝐡𝐚𝐫𝐚𝐜𝐭𝐞𝐫 𝐄𝐝𝐮𝐜𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧
الأم مدرسة الأولى
𝐀𝐥-𝐔𝐦𝐦𝐮 𝐌𝐚𝐝𝐫𝐚𝐬𝐚𝐭𝐮𝐥 𝐔𝐥𝐚

Bukan Sekedar Manajemen Waktu

Bukan Sekedar Manajemen Waktu 

Wahai Ibu…
Masalah kita bukan tak pandai mengatur waktu
Tapi *sudah optimalkah upaya kita untuk meraih keberkahan waktu?*

Jika waktu kita Allah berkahi, insya Allah urusan kita sehari-hari
akan menjadi mudah dan terkendali
Kita tidak membutuhkan strategi, tetapi hanya pertolongan Ilahi.

Mari kita tengok kembali waktu di pagi hari, sudahkah kita menjemput berkah di awal hari?
Saat Rasul pun berdoa: 
_Agar umatnya diberkahi di waktu pagi?_

Sudahkah kita bangun dengan dzikir dan syukur pada Rabb yang menghidupkan dari tidur ataukah kita sibuk mencari gawai yang terselip entah di mana dan membuat hati lalai?

Sudahkah _me time_ jadi waktu istimewa untuk berkhalwat dengan-Nya, ataukah terbuang begitu saja dalam _scrolling_ yang sia-sia?

Sudahkah hak Allah kita penuhi lewat dzikir pagi yang menentramkan hati ?
Ataukah kita buru-buru beranjak pergi mengerjakan urusan rumah yang akhirnya terasa tiada henti?

Sudahkah Al-Qur’an jadi pembuka hari yang menyirami hati di awal pagi atau justru media yang lebih dahulu mencuri waktu melemahkan segumpal hati?

Sungguh banyak kelalaian diri.
Sungguh banyak noda hitam yang menutupi hati
Hingga hari-hari terasa kelam
Semangat dan wajah pun semakin muram

Bukanlah kita tak pandai mengatur waktu, namun kita lupa apa yang sesungguhnya dibutuhkan kalbu
Mari kita upayakan keberkahan waktu
Semoga Allah menolong kita selalu 🌻

Rahmah Ummu Haidar
(Fasilitator HCE Indonesia)

𝐇𝐂𝐄 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚

𝗛𝗼𝗺𝗲 𝗼𝗳 𝗖𝗵𝗮𝗿𝗮𝗰𝘁𝗲𝗿 𝗘𝗱𝘂𝗰𝗮𝘁𝗶𝗼𝗻

🚹 *SETIAP ANAK HEBAT* 🚺

   𝘙𝘶𝘮𝘢𝘩𝘬𝘶 𝘚𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘛𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬𝘬𝘶

❖ 𝘉𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘉𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢𝘯, 𝘉𝘦𝘳𝘪𝘭𝘮𝘶, 𝘉𝘦𝘳𝘢𝘮𝘢𝘭 ❖

     ༶•┈┈⛧┈♛❀✤❀♛┈⛧┈┈•༶

Surat Cinta untukmu

44 | Surat Cinta untukmu

La Tansa Isi Tangki Cinta

┏━━━━ ༺♥༻ ༺♥༻ ━━━━┓
La Tansa Isi Tangki Cinta
┗━━━━ ༺♥༻ ༺♥༻ ━━━━┛
𝐇𝐨𝐦𝐞 𝐨𝐟 𝐂𝐡𝐚𝐫𝐚𝐜𝐭𝐞𝐫 𝐄𝐝𝐮𝐜𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧
الأم مدرسة الأولى
𝐀𝐥-𝐔𝐦𝐦𝐮 𝐌𝐚𝐝𝐫𝐚𝐬𝐚𝐭𝐮𝐥 𝐔𝐥𝐚

Surat Cinta untukmu

Surat Cinta untukmu

Nak…
Rasanya, sayang ibu berhenti di kamu. Semua tentangmu adalah dunia dan akhiratku.
Bahagiamu adalah pelega nafasku.
Sedikit badanmu ada yang sakit, hati ibupun rasanya bak terkena hantaman ombak.
Tapi…
Ibu, bukanlah ibu yang sempurna.
Adakalanya ibu berlebihan.
Kadang marah ibu tidak terarah, hingga pelan-pelan menggores luka dalam jiwamu.
Kadang kasih ibu melebihi batas, padahal sudah ada Allah yang siap menjagamu tanpa batas.

Nak…
Ibu minta maaf,
sering kali ibu menyuruhmu cepat-cepat melakukan banyak hal.
Padahal akalmupun belum berkembang sempurna.

Nak…
Ibu minta maaf.
Jika ibu terbiasa marah-marah karena melihatmu main sepanjang hari.
Padahal bermain juga kebutuhanmu.

Nak…
Ibu minta maaf.
Sudah berapa kali Ibu membentakmu, di saat ibu kelelahan sepanjang waktu.
Padahal kamu hanya ingin ibu menemanimu.

Nak…
Ibu minta maaf.
Saat kamu menunjukkan tanya yang berulang, Ibu menjawab dengan nada yang lelah. Bukan jawaban yang menyenangkan.
Padahal setiap “kenapa” darimu adalah gerbang ilmu yang Allah sedang titipkan.

Nak…
Ibu minta maaf.
Ketika engkau bercerita panjang tanpa jeda, Ibu sering memotongnya dengan kata “nanti saja” atau hanya menjawab singkat tanpa makna. Padahal bagimu, didengarkan adalah bentuk cinta yang sarat makna.

Nak…
Ibu minta maaf.
Jika ibu lebih sibuk menjadi benar dari pada menjadi “hadir” .
Padahal kamu hanya ingin ditemani bukan dimarahi.

Anakku sayang…
Ibu berdoa, meminta kepada Allah, kelak jika kita sudah terhalang jarak, semoga Allah selalu menuntunmu di jalanNya.
Nak, rumah Ibu akan selalu terbuka untukmu hingga
Allah sampaikan kelak, ketika rambut ibu perlahan memutih.

Nak, ibu mungkin sering keliru. Hari ini ibu meminta maaf, dan memulai kembali.
Akan ibu usahakan, tuntutan ibu ganti dengan pelukan.
Bentakan ibu ganti dengan tatapan penuh empati.
Dan perintah ibu ganti dengan emosi yang terarah.

Izinkan ibu menata ulang ya, Nak. Bukan langkahmu yang ibu percepat. Melainkan sabar ibu yang harus ibu pupuk agar lebih panjang rentangnya.

Kelak, semoga ketika besar nanti, kamu ingat jika kita punya banyak cerita.
Telah kita lewati segala macam dinamika kehidupan bersama.

Semoga Allah mengampuni ibu atas kesalahan ibu saat membersamaimu. ❤️‍🩹

Ekti Ummu Uwais

𝐇𝐂𝐄 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚

𝗛𝗼𝗺𝗲 𝗼𝗳 𝗖𝗵𝗮𝗿𝗮𝗰𝘁𝗲𝗿 𝗘𝗱𝘂𝗰𝗮𝘁𝗶𝗼𝗻

🚹 *SETIAP ANAK HEBAT* 🚺

   𝘙𝘶𝘮𝘢𝘩𝘬𝘶 𝘚𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘛𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬𝘬𝘶

❖ 𝘉𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘉𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢𝘯, 𝘉𝘦𝘳𝘪𝘭𝘮𝘶, 𝘉𝘦𝘳𝘢𝘮𝘢𝘭 ❖

     ༶•┈┈⛧┈♛❀✤❀♛┈⛧┈┈•༶