Memoar

Penulis : Luluk Ummu Aisyah

Laa Tansaa Isi Tangki Cinta​

┏━━━━••••┈✿•┈•✿•┈✿•••━━━━┓
💟       Home of Character Education      🌸
┗━━━••••┈✿•┈•✿•┈✿•••━━━━━┛
🏚   Rumahku Sekolah Terbaikku  🌵
الأم مدرسة الأولى
Al-Ummu Madrasatul Ula

Memoar

Setiap detik yang berlalu akan menjadi masa lalu.

Setiap menit yang berjalan akan menjadi kenangan.

Setiap jam yang berputar akan membawa kita pada perenungan yang besar.

Apa yang kita lakukan hari ini sejatinya bagaikan menyusun lembaran memoar.

Begitupun hari-hari kita bersama anak-anak tercinta.

Setiap terpejamnya mata hingga kembali terbuka, setiap gelak tawa dan air mata yang kemudian terseka, setiap canda dan rengekan yang memilukan hatinya, setiap jeritan amarah dan teriakan bahagianya yang membuncah,,, sungguh semua itu akan menjadi masa lalu, kenangan, dan perenungan besar di hari-hari mendatang.

Karenanya, nikmatilah setiap detik kebersamaan dengan mereka. Isilah hari-hari mereka dengan pembersamaan yang berkesan dalam hatinya. Temanilah mereka dalam tumbuh kembangnya. Curahkanlah cinta dan kasih sayang pada tangki-tangki cinta mereka. Hiasilah waktu yang terjalin bersama mereka dengan doa-doa kita.

Jangan biarkan mereka sepi dari kasih sayang. Jangan biarkan mereka mengais kehangatan dari sumber-sumber yang terlarang.

Sungguh kita tengah berjalan menuju memoar kehidupan. Dimana nantinya segala sesuatu yang kita lakukan akan menjadi cerita dan kenangan. Maka mari kita torehkan tinta pembersamaan dengan hal-hal yang menyenangkan dan menyelamatkan.

Selamat menorehkan tinta bersama ananda, semoga Allah mencatatnya sebagai pahala, aamiin🤲

Ditulis oleh: Luluk Ummu Aisyah
(Tabbis HCE Indonesia)

🚹 SETIAP ANAK HEBAT 🚺
Bahagia Beriman, Berilmu, Beramal
✿•┈•┈ 🍀🪷🪷🪷🍀•┈•┈

HATI IBU PENUH CINTA

HATI IBU PENUH CINTA

HATI IBU PENUH CINTA

Penulis : Khusna Banaha

Apa Kabar Hati?

┏━━━━••••┈✿•┈•✿•┈✿•••━━━━┓
💟 Home of Character Education 🌸
┗━━━••••┈✿•┈•✿•┈✿•••━━━━━┛
🏚 Rumahku Sekolah Terbaikku🌵
الأم مدرسة الأولى
Al-Ummu Madrasatul Ula

Hati Ibu Penuh Cinta

HATI IBU PENUH CINTA

Hati Ibu penuh cinta..
Lautan kasih sayang selalu dirindukan
Kasih tak terhingga, tak terukur panjangnya tanpa batasan
Cinta tanpa syarat, tanpa pamrih, mengalir deras tak pernah mengering

Dalam pelukan erat, anak terlindung hangat dari badai hidup, dari gelombang cobaan
Ibu selalu hadir menenangkan hati, menyejukkan jiwa, dengan luas kasih sayangnya

Pengorbanan ibu tak terhitung, membuat hati anak bahagia tak tergantung.
Hati ibu bagai permata tak ternilai harganya, cinta utuh yang tak terpisah tak terbelah.

Dalam setiap waktu, ibu memanjatkan doa untuk anak tercinta,
Ibu tak pernah lelah tak berkeluh kesah
Kasih sayang ibu tak pernah berhenti, tak pernah letih, selalu mengalir jernih

Terima kasih wahai Ibu atas curahan cintamu
Pengorbananmu, tak terhingga sepanjang masa
Kau adalah teladan pemberi inspirasi dan motivasi
Hatimu yang lembut tulus, terukir indah di relung hati

اللهم أسعد امي كما اسعدتني

> “Allahumma as’id ummi kamaa as’adatni .”

“Ya Allah, gembirakanlah ibuku sebagaimana ibuku menggembirakan aku.”

اللهم تقبل من امي اعمالها صغيرها و كبيرها

> “Allahumma taqobbal min ummi a’maalaha soghiiraha wa kabiiraha.”

“Ya Allah, terimalah segala amalan ibuku sekecil-kecilnya dan sebesar-besarnya.”

Khusna Banaha

(Tabbis HCE Indonesia)

🚹 SETIAP ANAK HEBAT 🚺
Bahagia Beriman, Berilmu, Beramal
✿•┈•┈ 🍀🪷🪷🪷🍀•┈•┈

Kasih Sayang

Kasih Sayang dan Keridhaan

Kasih Sayang

Penulis : Luluk Ummu Aisyah

Laa Tansaa Isi Tangki Cinta

┏━━━━••••┈✿•┈•✿•┈✿•••━━━━┓
💟 Home of Character Education 🌸
┗━━━••••┈✿•┈•✿•┈✿•••━━━━━┛
🏚 Rumahku Sekolah Terbaikku🌵
الأم مدرسة الأولى
Al-Ummu Madrasatul Ula

Kasih Sayang dan Keridhaan

Kasih Sayang dan Keridhaan

Memilikimu adalah anugerah. Menjaga, merawat dan membersamaimu adalah rentetan kegiatan yang menyenangkan sekalipun terkadang tak semulus angan dan harapan. Tangis, rengekan, tawa dan senyummu bagaikan goresan warna yang terpadu. Kelak tangismu yang pecah dan tawamu yang membuncah akan menjadi suara paling kurindukan ketika tiba-tiba kesunyian bertandang.

Wahai anakku, betapa aku menyayangimu. Meski lelahku tak terbantah, namun doa dan ridhaku selalu berlimpah.

Wahai anakku, betapa aku mencintaimu. Sekalipun tingkahmu sering membuatku payah, namun sejatinya itulah lembar-lembar materi yang harus ku ambil sebagai hikmah.

Rasa cinta dan sayangku yang begitu besar padamu membuatku ingin selalu bersamamu dan menemani setiap tumbuh kembangmu. Mengamati setiap langkah yang kau ayunkan, mendengarkan setiap cerita yang kau sampaikan, menembus perasaan yang tengah kau uraikan, dan mengenali setiap bahagia yang kau rasakan.

Wahai anakku, teruslah bertumbuh bersamaku. Kita goreskan bersama kuas kenangan pada hari-hari yang kita lalui. Doaku akan selalu terlangitkan untukmu, dan ridhaku akan menyertaimu.

Robbii hablii minashshaalikhiin🤲

Selamat membersamai ananda, semoga Allah mampukan kita untuk senantiasa mencurahkan kasih sayang padanya. Semoga Allah mudahkan kita untuk membersamai hari-harinya. Semoga Allah selamatkan fitrah tumbuh kembangnya. Mari terus langitkan doa untuknya. Semoga kelak Allah izinkan anak-anak kita menjadi shalih/shalihah dan mushlih/mushlihah, aamiin💐💐💐

Ditulis oleh: Luluk Ummu Aisyah
(Tabbis HCE Indonesia)

🚹 SETIAP ANAK HEBAT 🚺
Bahagia Beriman, Berilmu, Beramal
✿•┈•┈ 🍀🪷🪷🪷🍀•┈•┈

Menjadi Orang Tua yang Menyenangkan

Laa Tansa, Isi Tangki CINTA

┏━━━━••••┈✿•┈•✿•┈✿•••━━━━┓
💟 Home of Character Education 🌸
┗━━━••••┈✿•┈•✿•┈✿•••━━━━━┛
🏚 Rumahku Sekolah Terbaikku🌵
الأم مدرسة الأولى
Al-Ummu Madrasatul Ula

'Menjadi Orang Tua yang Menyenangkan.'

Pernahkah kita merenungi tentang keseharian kita membersamai ananda?
Sudahkah kita bertanya kepada diri sendiri, ananda banyak tertawa dengan temannya? Atau dengan orang tuanya? Atau malah banyak tertawa dengan gawainya?

Tak dipungkiri kelelahan kita sebagai seorang ibu yang mengurus segala sisi rumah sendiri membuat berdampak pula ketika membersamainya.
Sekedarnya, yang penting hadir duduk di sampingnya.
Bagaikan pohon rindang yang lupa memberikan teduhnya.
Alih-alih ananda menjadi nyaman, yang ada sikap menantangnya akan muncul perlahan.

Ya, biasanya nada tinggipun menggema untuk mendisiplinkannya agar mau menurut dengan cepat.
Tentu, raut wajah cerianya berubah menjadi sepi dan matanya menjadi takut berekspresi.

Wahai Ibu, hari-harimu memang tidaklah mudah. Setiap harinya selalu berjibaku dengan kegiatan yang sama.
Mari kita berjuang menjadi embun pagi yang menyegarkan hati kecil mereka setiap hari.
Menghadirkan aturan dengan kelembutan, bukan dengan kerasnya perintah tanpa sentuhan.
Hadirlah dengan sepenuh jiwa dan hati yang terbuka, bukan hanya sekedar raga saja.
Mereka ingin kita ada dengan telinga yang mendengar, mata yang selalu memperhatikan dan tangan yang tak segan memberi pertolongan.
Agar ananda tau bahwa cinta itu nyata terasa bukan hanya sekedar khayalan.

Wahai Ayah dan Ibu.
Jadilah orang tua yang menyenangkan.
Dunia anak-anak adalah bermain.
Izinkan mereka mengeksplorasi indera perabanya dengan bermain lumpur, bermain tumpukan pasir atau dengan adonan yang lengket di jemari.
Rumah kotor bisa di bersihkan, namun masa kecilnya tidak akan terulang lagi.

Biarkan lantai menjadi saksi jejak petualangan, dan dinding menjadi peta yang penuh imajinasi tanpa batasan.
Jadilah partner bermainnya dan lakukanlah drama (roleplay) kesukaannya.
Sungguh jika cinta sudah melekat hangat tentang orang tuanya di benak ananda, akan mudah kita mengarahkannya.
Akan mudah pula menasehatinya.

Menjadi orang tua yang menyenangkan itu tidak harus dengan membelikan mainan mahal.
Tidak harus pula makan- makanan mewah dan berlimpah.
Cukup dengan sepiring bersama namun penuh berkah sambil berkisah dengan bermakna dan indah.
Karena bagi mereka, kenangan terindah bukan pada barang yang dibeli melainkan momen sederhana yang terukirnya cinta tanpa tepi.

Menjadi orang tua yang menyenangkan itu mendengar tanpa menghakimi. Mendengarkan kisah mereka yang mungkin bagi kita tampak sepele, namun bagi mereka adalah cerita yang warna warni.
Dengarkan dan apresiasi setiap kata yang menurutnya penuh arti.

Menjadi orang tua yang menyenangkan itu bukan berarti tanpa aturan. Justru aturan itu hadir dengan kelembutan yang dipenuhi cinta dan kepercayaan.

Semoga Allaah memberi kemudahan.

 

Ditulis oleh: Ekti Ummu Uwais

HCE Indonesia

JANGAN PENUH AMARAH, BERLEMAH LEMBUTLAH

Laa Tansa, Isi Tangki CINTA

┏━━━━••••┈✿•┈•✿•┈✿•••━━━━┓
💟 Home of Character Education 🌸
┗━━━••••┈✿•┈•✿•┈✿•••━━━━━┛
🏚 Rumahku Sekolah Terbaikku🌵
الأم مدرسة الأولى
Al-Ummu Madrasatul Ula

Jangan Penuh Amarah, Berlemah Lembutlah..

Menjadi orang tua adalah peran yang sangat istimewa sekali. Allah berikan kepada para hamba untuk dijalani. Namun ujian saat menjadi orang tua pun terus hadir menghampiri. Rasa-rasanya saat menjadi orang tua, kok rasanya berat sekali.

Sepertinya kita perlu menengok lagi. Bagaimana Allah benar-benar memberikan petunjuk perihal ini. Juga Rasulullah ﷺ yang sudah banyak mencontohkan, bagaimana cara menjadi orang tua dalam mendidik ini.

Anak-anak yang terlahir dengan fitrah. Kehadiran mereka adalah sebuah amanah. Amanah ini akan dipertanggungjawabkan kelak kepada Allah. Maka sudahkah kita menjalani perintah ini sesuai dengan petunjuk Allah dan contoh Rasulullah?

Wahai Ayah dan Bunda…
Anak-anak akan selalu menguji diri kita setiap hari.
Tingkahnya yang beraneka ragam membuat kita kadang bertanya dalam hati. Sampai kapan ini selesai dan tidak terjadi lagi. Karena betapa unik dan hebatnya kelakukan anak-anak yang sering membuat kita bisa tersenyum sampai meringis dan bersedih hati. Namun tenang dan bersabarlah, karena hal ini hanya sebentar saja terjadi. Tidak lama lagi anak-anak akan dewasa dan mengerti.

Wahai Ayah dan Bunda…
Mari kita ikuti bagaimana Rasulullah ﷺ mendidik ini.
Janganlah penuh amarah, meski anak kita banyak sekali tingkah.
Berlemah lembutlah agar tumbuh di hati anak kita mahabbah.
Jangan sedikit-sedikit marah lalu melampiaskan amarah. Lihatlah lamat-lamat wajah anak kita yang sebenarnya tidak bersalah. Mereka hanya sedang belajar bukan kurang ajar. Belum ada beban dosa atas mereka dan inilah ketetapan Allah.

Wahai Ayah dan Bunda…
Jadikanlah mendidik kita bukan hanya sekadar rutinitas. Namun jadikanlah proses mendidik adalah prioritas. Agar kenangan baik dan membahagiakan pada anak kita yang menjadi bekas. Kebaikan yang akan diingat sehingga Allah izinkan untuk berbalas kebaikan pula. Jika tidak di dunia, kelak di akhirat kita akan memetiknya. Insya Allah.

Wahai Ayah dan Bunda…
Berlemah lembutlah, jangan penuh amarah.
Berikan senyuman yang merekah pada ananda di setiap paginya. Berikan pelukan yang hangat sehingga kelak akan senantiasa diingat. Ucapkan kata-kata baik dan doa-doa kebaikan karena inilah kesempatan kita sebagai orang tua. Bahwa doa orang tua untuk anaknya adalah yang di kabulkan Rabb-nya.

Wahai Ayah dan Bunda…
Anak-anak bukanlah orang dewasa yang sudah mengerti segalanya.
Anak-anak tetaplah anak-anak dengan dunia mereka. Penuh imajinasi dan ego yang tinggi. Pahamilah kebutuhan mereka dan didiklah mereka sesuai usianya. Buatlah anak-anak mencintai kita, para pendidiknya. Agar terpatri di hati dan jiwa mereka iman yang subur merekah. Biidznillaah.

Wahai Ayah dan Bunda…
Penuhilah diri kita dengan kelembutan dan kasih sayang dalam mendidik. Agar anak-anak kita menjadi generasi yang terdidik. Tidak hanya sekedar cerdik, namun memiliki akhlak dan karakter yang baik. Semoga menjadi bukti tumbuh suburnya iman yang Allah izinkan terus bertumbuh dengan baik.

Wahai Ayah dan Bunda…
Ingatlah selalu pesan Rasulullah ﷺ ini.

مَنْ يُحْرَمِ الرِّفْقَ يُحْرَمِ الْخَيْرَ كله

“Barangsiapa terhalangi dari sifat kelembutan maka dirinya dihalangi untuk memperoleh kebaikan seluruhnya“. [HR Muslim no: 2592]

Jangan lupa penuhi tangki cinta ananda ya Ayah Bunda.
Semoga Allah senantiasa memberkahi dan meridai segala ikhtiar mendidik kita.

Barakallaahu fikunna. 🌷

Ditulis oleh: Lia Ummu Asiyah 
HCE Indonesia

🚹 SETIAP ANAK HEBAT 🚺
Bahagia Beriman, Berilmu, Beramal
✿•┈•┈ 🍀🪷🪷🪷🍀•┈•┈

Hati Ibu

HATI IBU

Hati Ibu

Penulis : Khusna Banaha

Apa Kabar Hati ?

┏━━━━••••┈✿•┈•✿•┈✿•••━━━━┓
💟 Home of Character Education 🌸
┗━━━••••┈✿•┈•✿•┈✿•••━━━━━┛
🏚 Rumahku Sekolah Terbaikku🌵
الأم مدرسة الأولى
Al-Ummu Madrasatul Ula

Hati Ibu

Nak…
Meskipun hati ibumu rapuh bagai gelas-gelas kaca…
Namun sungguh ibumu pemilik cinta yang terkuat sepanjang masa
Pemilik kelembutan yang paling tulus yang tak pernah sirna…
Pemilik cahaya yang tak akan redup menerangi jiwamu

Perhatiannya, tenaga dan pikirannya tercurah sepanjang waktu demi keselamatanmu.
Tangis dan tawanya hanya mendamba kebahagiaanmu…
Di manapun ibumu berada selalu mengingatmu…
Bibirnya berdzikir memanjatkan do’a kebaikan untukmu

Tiada wanita lain di dunia ini yang seindah hati ibumu…
yang tak pernah jemu membimbing dan mendidikmu..
Yang tak lelah melangkah, mengiringi perjalananmu.

Ketahuilah sungguh Ibumu adalah Madrasah pertama
Hatinya penuh cinta yang berharga, tak bisa tergantikan emas dan permata..

اَلْأُمُّ مَدْرَسَةٌ إِذَا أَعْدَدْتَهَا
أَعْدَدْتَ شَعْباً طَيِّبَ الْأَعْرَاقِ

“Ibu adalah sebuah madrasah (tempat pendidikan) yang jika kamu menyiapkannya, Berarti kamu menyiapkan (lahirnya) sebuah masyarakat yang baik budi pekertinya.”
[Dinukil oleh syaikh Shaleh al-Fauzan dalam kitab “Makaanatul mar-ati fil Islam” (hal. 5)]

Khusna Ummu Hubbi
HCE Indonesia

🚹 SETIAP ANAK HEBAT 🚺
Bahagia Beriman, Berilmu, Beramal
✿•┈•┈ 🍀🪷🪷🪷🍀•┈•┈