La Tansa Isi Tangki Cinta
┏━━━━ ༺♥༻ ༺♥༻ ━━━━┓
La Tansa Isi Tangki Cinta
┗━━━━ ༺♥༻ ༺♥༻ ━━━━┛
𝐇𝐨𝐦𝐞 𝐨𝐟 𝐂𝐡𝐚𝐫𝐚𝐜𝐭𝐞𝐫 𝐄𝐝𝐮𝐜𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧
الأم مدرسة الأولى
𝐀𝐥-𝐔𝐦𝐦𝐮 𝐌𝐚𝐝𝐫𝐚𝐬𝐚𝐭𝐮𝐥 𝐔𝐥𝐚
Surat Cinta untukmu
Surat Cinta untukmu
Nak…
Rasanya, sayang ibu berhenti di kamu. Semua tentangmu adalah dunia dan akhiratku.
Bahagiamu adalah pelega nafasku.
Sedikit badanmu ada yang sakit, hati ibupun rasanya bak terkena hantaman ombak.
Tapi…
Ibu, bukanlah ibu yang sempurna.
Adakalanya ibu berlebihan.
Kadang marah ibu tidak terarah, hingga pelan-pelan menggores luka dalam jiwamu.
Kadang kasih ibu melebihi batas, padahal sudah ada Allah yang siap menjagamu tanpa batas.
Nak…
Ibu minta maaf,
sering kali ibu menyuruhmu cepat-cepat melakukan banyak hal.
Padahal akalmupun belum berkembang sempurna.
Nak…
Ibu minta maaf.
Jika ibu terbiasa marah-marah karena melihatmu main sepanjang hari.
Padahal bermain juga kebutuhanmu.
Nak…
Ibu minta maaf.
Sudah berapa kali Ibu membentakmu, di saat ibu kelelahan sepanjang waktu.
Padahal kamu hanya ingin ibu menemanimu.
Nak…
Ibu minta maaf.
Saat kamu menunjukkan tanya yang berulang, Ibu menjawab dengan nada yang lelah. Bukan jawaban yang menyenangkan.
Padahal setiap “kenapa” darimu adalah gerbang ilmu yang Allah sedang titipkan.
Nak…
Ibu minta maaf.
Ketika engkau bercerita panjang tanpa jeda, Ibu sering memotongnya dengan kata “nanti saja” atau hanya menjawab singkat tanpa makna. Padahal bagimu, didengarkan adalah bentuk cinta yang sarat makna.
Nak…
Ibu minta maaf.
Jika ibu lebih sibuk menjadi benar dari pada menjadi “hadir” .
Padahal kamu hanya ingin ditemani bukan dimarahi.
Anakku sayang…
Ibu berdoa, meminta kepada Allah, kelak jika kita sudah terhalang jarak, semoga Allah selalu menuntunmu di jalanNya.
Nak, rumah Ibu akan selalu terbuka untukmu hingga
Allah sampaikan kelak, ketika rambut ibu perlahan memutih.
Nak, ibu mungkin sering keliru. Hari ini ibu meminta maaf, dan memulai kembali.
Akan ibu usahakan, tuntutan ibu ganti dengan pelukan.
Bentakan ibu ganti dengan tatapan penuh empati.
Dan perintah ibu ganti dengan emosi yang terarah.
Izinkan ibu menata ulang ya, Nak. Bukan langkahmu yang ibu percepat. Melainkan sabar ibu yang harus ibu pupuk agar lebih panjang rentangnya.
Kelak, semoga ketika besar nanti, kamu ingat jika kita punya banyak cerita.
Telah kita lewati segala macam dinamika kehidupan bersama.
Semoga Allah mengampuni ibu atas kesalahan ibu saat membersamaimu. ❤️🩹
Ekti Ummu Uwais
🚹 *SETIAP ANAK HEBAT* 🚺
𝘙𝘶𝘮𝘢𝘩𝘬𝘶 𝘚𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘛𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬𝘬𝘶
❖ 𝘉𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘉𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢𝘯, 𝘉𝘦𝘳𝘪𝘭𝘮𝘶, 𝘉𝘦𝘳𝘢𝘮𝘢𝘭 ❖
༶•┈┈⛧┈♛❀✤❀♛┈⛧┈┈•༶


Leave A Comment