La Tansa Isi Tangki Cinta
┏━━━━ ༺♥༻ ༺♥༻ ━━━━┓
La Tansa Isi Tangki Cinta
┗━━━━ ༺♥༻ ༺♥༻ ━━━━┛
𝐇𝐨𝐦𝐞 𝐨𝐟 𝐂𝐡𝐚𝐫𝐚𝐜𝐭𝐞𝐫 𝐄𝐝𝐮𝐜𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧
الأم مدرسة الأولى
𝐀𝐥-𝐔𝐦𝐦𝐮 𝐌𝐚𝐝𝐫𝐚𝐬𝐚𝐭𝐮𝐥 𝐔𝐥𝐚
UNTUK AYAH PEJUANG RUPIAH
UNTUK AYAH PEJUANG RUPIAH
Di tengah lelahnya berjuang mencari nafkah, berangkat dari pagi buta hingga pulang malam tiba, pasti ada letih yang tak sempat terucap oleh lisan.
Ada kepala yang terus memikirkan banyak perkara, agar dapur terus mengeluarkan aroma sedapnya. Memastikan istri berkecukupan. Memastikan buah hati bahagia dan bisa membeli jajanan.
Bulir peluh membasahi kening dan bajunya. Kaki terus melangkah ke depan, meskipun tubuh sebenarnya meminta berhenti untuk rebahan.
Semua engkau lakukan karena hanya berharap rida dari-Nya dan memastikan setiap rupiah yang dibawa ke rumah terlahir dari perjuangan yang tayyib lagi halal.
Wahai Ayah Pejuang Rupiah…
Pergimu dari rumah karena sebuah amanah. Merelakan hanya sejenak berkumpul dengan anggota keluarga tercinta. Sesekali kelelahan terpancar dari raut wajah. Tentu, banyak beban yang terpikul, tetapi engkau berusaha tenang seolah tak terjadi apa pun.
Tahukah Ayah, jika kepulanganmu itu sangat dinantikan?
Suara motormu di malam hari yang ditunggu anak-anak. Terdengar sayup dari kejauhan, mereka hafal bahwa ayahnya sebentar lagi tiba. Dengan mata berbinar dan senyum yang mengembang, mereka menunggumu pulang, berharap mereka diajak bermain denganmu walau hanya sebentar.
Betapa bahagianya mereka melihatmu menyapanya dari balik pintu.
Untukmu, wahai Pejuang Nafkah…
Bukan hadiah yang engkau bawa ketika pulang.
Bukan pula makanan yang terbungkus rapi di tangan kanan.
Sesungguhnya bukan itu yang mereka harapkan. Mereka menunggu tanganmu yang mengusap lembut kepalanya. Sapaanmu yang menghangatkan hatinya. Suaramu yang memanggil namanya.
Tidak perlu berjam-jam, cukup 5 menit setiap harinya, membuat bagian otak terkecil yang bernama amigdala pada anak pun stabil dan seketika emosinya menjadi tenang.
Mereka sangat rindu kehadiranmu setelah seharian berjibaku dengan dunianya. Rasanya tak sabar mereka ingin bercerita, menceritakan hari-hari yang dilaluinya.
Apa pun celoteh anak kecil itu, seberapa lelahnya dirimu, tahanlah sejenak, dengarkan ceritanya.
Mungkin ceritanya hanya tentang seekor semut yang menggigit tubuhnya, tentang gambar yang menurutmu hanyalah sebuah coretan tanpa makna. Mungkin cerita-cerita itu sangatlah tidak penting bagi kita yang dewasa, tetapi bagi anak, didengarkan olehmu membuat dirinya merasa berharga dan tangki cintanya pun terisi penuh.
Untukmu, wahai Ayah…
Tugasmu bukan hanya mencari nafkah dan memastikan semua kebutuhan terpenuhi. Namun, tugasmu juga sebagai pemimpin keluarga kecilmu.
Betapa pentingnya kelekatan antara Ayah dan anak.
Anak yang dekat dengan ayahnya akan memiliki rasa percaya diri yang lebih kuat.
Anak yang dekat dengan ayahnya akan berani mencoba hal baru.
Dan anak yang dekat dengan ayahnya memiliki risiko psikologis yang lebih rendah.
Untukmu, wahai Ayah…
Jangan biarkan waktu berlalu begitu saja tanpa memberikan kehadiran yang utuh kepada sang permata.
Meskipun lelah, berusahalah mengambil hatinya. Masa kecilnya tidak akan pernah terulang untuk kedua kalinya.
Perhatikanlah kesukaannya.
Tanyalah apa yang membuatnya sedih dan kecewa.
Dan duduklah bersamanya sesekali sambil bermain game kesukaannya.
Jangan sampai karena terlalu sibuk bekerja sepanjang hari, anak menjadi kehilangan figur seorang Ayah. Anak laki-laki maupun perempuan tetap membutuhkan keteladanan dari seorang Ayah.
Dari seorang Ayah, anak belajar bagaimana cara menghadapi kehidupan.
Untukmu, wahai Ayah…
Engkaulah pemimpin keluarga. Engkau yang akan ditanya Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang bagaimana cara mendidik keluarga. Tentang bagaimana engkau mengarahkan dan membimbing anak-anak.
Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah At-Tahrim ayat 6 yang artinya:
“Wahai orang-orang (laki-laki) yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
Oleh sebab itu, wahai Ayah Pejuang Rupiah.
Jagalah diri, jagalah keluarga, dan jagalah anak-anak kita dari panasnya api neraka dengan cara hadir membersamai dan mendidik anak-anak sesuai dengan tuntunan Nabi ﷺ.
Jangan sampai hadirmu hanyalah fisik semata, tetapi pikiran dan mata berkelana ke mana-mana.
Hadirlah dengan utuh ketika berhadapan dengan buah hati tercinta.
Perbanyaklah dalam melukiskan pelangi di hatinya. Karena mungkin anak akan lupa dengan hadiah yang engkau berikan, tetapi anak akan tetap selalu ingat apa yang mereka rasakan.
Semoga lelahmu mencari nafkah Allah berikan hadiah Jannah.
Ekti Ummu Uwais
🚹 *SETIAP ANAK HEBAT* 🚺
𝘙𝘶𝘮𝘢𝘩𝘬𝘶 𝘚𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘛𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬𝘬𝘶
❖ 𝘉𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘉𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢𝘯, 𝘉𝘦𝘳𝘪𝘭𝘮𝘶, 𝘉𝘦𝘳𝘢𝘮𝘢𝘭 ❖
༶•┈┈⛧┈♛❀✤❀♛┈⛧┈┈•༶


Leave A Comment