Berilah Anak Hadiah

Berilah Anak Hadiah

La Tansa Isi Tangki Cinta

┏━━━━ ༺♥༻ ༺♥༻ ━━━━┓
La Tansa Isi Tangki Cinta
┗━━━━ ༺♥༻ ༺♥༻ ━━━━┛
𝐇𝐨𝐦𝐞 𝐨𝐟 𝐂𝐡𝐚𝐫𝐚𝐜𝐭𝐞𝐫 𝐄𝐝𝐮𝐜𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧
الأم مدرسة الأولى
𝐀𝐥-𝐔𝐦𝐦𝐮 𝐌𝐚𝐝𝐫𝐚𝐬𝐚𝐭𝐮𝐥 𝐔𝐥𝐚

Berilah Anak Hadiah

Berilah Anak Hadiah

Ada orangtua yang selalu di rumah, namun hatinya sibuk menjelajah.
Ada yang duduk di dekat anak, namun matanya berselancar di depan layar.
Telinganya tertutup dari cerita si kecil yang ingin disampaikan.
Atau terkadang hanya menjawab singkat ketika ia bertanya dengan seribu tanda tanya.

Padahal baginya, satu momen didengarkan dengan utuh lebih berharga daripada seribu mainan yang diberikan tanpa kehadiran.

Seringkali kita mengira hadiah adalah sesuatu yang di bungkus rapi, berupa benda dengan pita cantik di luarnya.
Atau sebuah benda yang punya nilai mewah yang akan kita berikan kepada orang tersayang.
Sambil mengucapkan “nak, ini untukmu…”
Dan sering kali kita mengira, anak diberikan hadiah sudah cukup tanpa kita temani.

Namun, ternyata ada hadiah yang jauh lebih berharga.
Hadiah itu tidak bisa dibeli.
Hadiah itu tidak bisa diganti.
Hadiah itu tidak berwujud tapi terasa sampai ke hati.

Hadiah itu berupa “kehadiran yang utuh”

Karena hadiah bukan sekadar benda.
Ia adalah bahasa cinta.
Ia adalah jalan untuk menanamkan iman.
Jalan menumbuh suburkan fitrah kebaikan.
Dan jalan untuk menguatkan ikatan antara orangtua dan anak.

Wahai Ayah dan Bunda…
Anakmu tidak butuh mainan mahal.
Anakmu hanya butuh bermain denganmu secara utuh.
Hadirlah tanpa gadget di tangan, bentuklah kedekatan melalui peristiwa sehari-hari. Meskipun hanya sepuluh menit setiap hari.

Membersamai mereka setiap harinya bukan tentang tidak punyanya banyak waktu, bukan pula ketika kita sedang banyak kelonggaran waktu. Namun, membersamai mereka setiap hari adalah waktu yang harus di luangkan karena kita sedang merenda ikatan hati agar mereka tumbuh dengan suburnya fitrah baik di diri mereka.

Rasulullah Shalallahu ‘Alayhi wasallam telah memberi teladan yang begitu lembut.
Beliau mencintai anak bukan dengan limpahan materi, melainkan dengan kehangatan jiwa yang menyentuh sanubari.

Memanggil dengan panggilan kasih sayang. Bukan bentakan.

Dekati dan sejajarkan pandangan

Menyentuh dengan kelembutan di kepala dan punggung

Dan
mendoakan anak

Itulah beberapa hadiah yang telah Rasulullah ajarkan kepada kita, dan menjadi hadiah yang sesungguhnya mereka butuhkan.

Mari Ayah dan Bunda selagi mereka masih terlihat di pelupuk mata. Sering-seringlah memberikan hadiah yang dibutuhkannya. Peluk eratlah, tatap matanya, dan masuklah ke dunia mereka dengan kehadiran yang utuh.

Semoga kita di mampukan Allah untuk meneladani Rasulullah dalam membersamai anak dengan memberikan hadiah berupa rasa aman dan tenang di hati anak.

Ekti Ummu Uwais

𝐇𝐂𝐄 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚

𝗛𝗼𝗺𝗲 𝗼𝗳 𝗖𝗵𝗮𝗿𝗮𝗰𝘁𝗲𝗿 𝗘𝗱𝘂𝗰𝗮𝘁𝗶𝗼𝗻

🚹 *SETIAP ANAK HEBAT* 🚺

   𝘙𝘶𝘮𝘢𝘩𝘬𝘶 𝘚𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘛𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬𝘬𝘶

❖ 𝘉𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘉𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢𝘯, 𝘉𝘦𝘳𝘪𝘭𝘮𝘶, 𝘉𝘦𝘳𝘢𝘮𝘢𝘭 ❖

     ༶•┈┈⛧┈♛❀✤❀♛┈⛧┈┈•༶

Tags: No tags

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *