45 | Hafalan Al-Qur’an, Mau Dibawa ke Mana?

TANBIH

┏━━━━ ༺♥༻ ༺♥༻ ━━━━┓

    🅣 🅐 🅝 🅑 🅘 🅗

┗━━━━ ༺♥༻ ༺♥༻ ━━━━┛
𝐇𝐨𝐦𝐞 𝐨𝐟 𝐂𝐡𝐚𝐫𝐚𝐜𝐭𝐞𝐫 𝐄𝐝𝐮𝐜𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧
الأم مدرسة الأولى
𝐀𝐥-𝐔𝐦𝐦𝐮 𝐌𝐚𝐝𝐫𝐚𝐬𝐚𝐭𝐮𝐥 𝐔𝐥𝐚

Hafalan Al-Qur’an, Mau Dibawa ke Mana?

Hafalan Al-Qur’an, Mau Dibawa ke Mana?

Begitu agungnya salat, sampai-sampai Nabi Ibrahim ‘alaihissalam secara khusus memohon dalam doanya agar ia dan keturunannya diteguhkan dalam ibadah ini.

Allah mengabadikan doa tersebut dalam firman-Nya:

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

“Ya Rabb-ku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Rabb kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40)

Namun, mari kita renungkan realitas saat ini.
Betapa banyak dari kita yang jauh lebih fokus agar anak pandai dalam Al-Qur’an.
Kita mengejar angka hafalan, memburu sertifikat dan bangga dengan kelancaran lisan mereka.

Namun nyatanya, betapa banyak yang menghafal Al-Qur’an tapi justru jauh dari salat.

Padahal, Rasulullah ﷺ telah memperingatkan tentang fenomena di mana ilmu hanya berhenti di lisan tanpa menyentuh hati:

يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ

“…Mereka membaca Al-Qur’an, namun tidak melewati kerongkongan mereka.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Bukankah Al-Qur’an itu seharusnya dibaca di dalam salat?
Setiap ayat yang dihafal semestinya menjadi bahan bakar bagi jiwa untuk merindukan sujud.

Allah subhanahu wa ta’ala sendiri menyandingkan perintah membaca Al-Qur’an dengan mendirikan salat sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ…

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat…”
(QS. Al-Ankabut: 45)

Sebagai contoh, jika seorang anak hafal ribuan ayat namun enggan berdiri menghadap-Nya, mengapa Al-Qur’an tidak menjadikannya semangat untuk salat?

Mungkin karena kita baru mengajarkan lisan mereka untuk menghafal, namun belum menyentuh hati mereka untuk mencintai Sang Pemilik Kalam.

Jangan sampai Al-Qur’an hanya menjadi prestasi di dunia, namun gagal menjadi penuntun ke akhirat.
Karena pada akhirnya, amal yang pertama kali akan dihisab adalah salat, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ

“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah sholatnya.”
(HR. Tirmidzi & An-Nasa’i)

Uswah Ummu Fatih

𝐇𝐂𝐄 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚

𝗛𝗼𝗺𝗲 𝗼𝗳 𝗖𝗵𝗮𝗿𝗮𝗰𝘁𝗲𝗿 𝗘𝗱𝘂𝗰𝗮𝘁𝗶𝗼𝗻

🚹 *SETIAP ANAK HEBAT* 🚺

   𝘙𝘶𝘮𝘢𝘩𝘬𝘶 𝘚𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘛𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬𝘬𝘶

❖ 𝘉𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘉𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢𝘯, 𝘉𝘦𝘳𝘪𝘭𝘮𝘶, 𝘉𝘦𝘳𝘢𝘮𝘢𝘭 ❖

     ༶•┈┈⛧┈♛❀✤❀♛┈⛧┈┈•༶

Tags: No tags

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *